Ada satu artikel yang membuatku tertarik ketika membacanya. Artikel ini ditulis oleh A. S. Kho Ping Hoo. Beginilah tulisannya:
“Cinta asmara memang sesuatu yang amat aneh. Pada dasarnya memang ada daya tarik yang amat kuat antarlawan jenis, antara pria dan wanita. Daya tarik ini adalah alamiah, seperti magnet bumi (North and South), dua kekuatan yang saling berlawanan, saling tarik, yang membuat bumi berputar, yang membuat segala sesuatu menjadi hidup dan berkembang. Seorang pria, setelah memasuki masa remaja dan akil balik, akan tertarik melihat seorang wanita, atau sebaliknya. Hal ini sudah wajar, kelenjar-kelenjar dalam tubuh bekerja, otak yang penuh juga bekerja, dan tentu saja rasa tertarik itu diperkuat dengan adanya selera sehingga menimbulkan pilihan-pilihan menurut selera masing-masing. Dan ini, tentu saja, penting sekali karena kalau selera kaum pria serupa, tentu setiap seorang wanita akan diperebutkan oleh banyak pria, atau juga sebaliknya.
Pertemuan pertama antara pria dan wanita, terutama yang cocok dengan selera masing-masing, menimbulkan kesan pertama. Akan tetapi, hal ini tidak atau jarang sekali berarti timbulnya rasa cinta. Cinta biasanya timbul setelah masing-masing bergaul dan berdekatan, setelah masing-masing mengenal keadaan satu sama lain. Betapapun juga, pertemuan pertama merupakan goresan awal yang bukan tidak mungkin berlanjut dengan perkenalan dan saling mencinta.
Bunga-bunga api asmara suka berpijar di sudut kerling mata dan di ujung senyum bibir. Kemudian, apabila memperoleh bahan bakarnya, bunga api yang berpijar itu akan membakar hati. Kalau hati sudah saling mencinta, tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang akan dapat mengalahkannya. Dengan kekerasan, badan boleh dipisah. Akan tetapi, terikatnya dua hatiĀ yang saling mencinta akan dibawa sampai mati.”
Setelah membaca artikel itu, entah mengapa, aku ingin sekali menuliskannya di page ini walaupun aku sendiri belum pernah mengalami hal-hal yang tertulis di situ. Saat ini aku hanya berpikir,”Mungkin akan berguna untukku dan sahabat-sahabatku kelak”. Semoga saja.